Tentang Peluang Juara Arsenal

Arsenal akan kembali memulai usaha untuk menjadi kampiun Premier League lagi, setelah lebih dari satu dekade berlalu. Berikut ulasan singkat tentang peluang Arsenal mewujudkan impian tersebut.

Kali terakhir The Gunners mampu bertengger di puncak klasemen Premier League saat sebuah musim berakhir adalah pada 2003/2004 lampau. Artinya sudah 13 tahun berlalu semenjak keberhasilan tersebut.

Semenjak itu musim demi musim berlalu dan pada kurun waktu tersebut pencapaian terbaik skuat Arsene Wenger hanyalah dua kali menjadi runnerup. Musim lalu bahkan menjadi yang terburuk pada periode tersebut.

Pada musim 2016/2017, Arsenal harus rela menutup musim di posisi kelima. Ini membuat klub kota London tersebut harus absen dari pentas Liga Champions, semenjak kali terakhir terjadi pada 1997/1998.

Setidaknya ada trofi Piala FA yang menjadi obat penawar duka musim itu, juga membukakan jalan pada kontrak baru untuk Wenger setelah beberapa bulan terakhir santer dispekulasikan masa depannya di klub.

Absen dari Liga Champions, Main di Liga Europa

Untuk Arsenal, tidak bermain di Liga Champions akan terasa janggal karena mereka sudah sedemikian terbiasa tampil di ajang teratas pentas antarklub Eropa tersebut. Liga Europa jelas kalah gemerlap, juga kalah satu level, dari Liga Champions.

Jadwal pertandingan Liga Europa, yang dimainkan pada hari Kamis malam waktu setempat, juga akan memberikan tantangan tersendiri terkait dengan jadwal ketat liga Inggris klub bisa bermain di akhir pekan dan juga tengah pekan.

Akan tetapi, di sisi lain Arsenal juga bisa mendapat keuntungan dari tidak tampil di Liga Champions. Hal itu bisa membuat mereka fokus sepenuhnya ke liga.

Wenger pun sudah mengindikasikan memang bakal mengistirahatkan sejumlah pemain andalan ketika harus bermain di ajang Liga Europa. Artinya, Arsenal bisa punya skuat yang lebih segar dibandingkan para rivalnya.

Aktivitas Transfer

Langkah Arsenal mendatangkan Alexander Lacazette pada bursa transfer musim panas ini telah menghadirkan optimisme tersendiri di kubu para penggemarnya.

Dengan 37 gol dari 45 partai bersama Lyon musim lalu, Lacazette jelas dapat diandalkan di lini depan. Kecepatan, kekuatan fisik, dan ketajaman pemain asal Prancis itu pun sudah membuatnya senantiasa dihubungkan dengan Arsenal selama beberapa tahun terakhir.
Berhasil mendatangkan Lacazette di awalawal bursa transfer juga membuat Wenger memiliki waktu untuk membiasakan pemain barunya itu pada skema pilihannya. Pemain bersangkutan pun jadi bisa beradaptasi dengan rekanrekan barunya.

Setelah torehan dua gol pada pramusim lalu, yang tinggal dinantikan kini adalah bagaimana Lacazette akan beradaptasi dengan Premier League yang dikenal punya tuntutan fisik besar.

Bicara soal tuntutan fisik, Arsenal juga berhasil mendatagkan pemain bertahan Sead Kolasinac di musim panas. Dengan tubuh kekar, yang membuatnya dijuluki Hulk dari Bosnia, Kolasinac digadanggadang takkan punya masalah tampil di Inggris.
Penampilan Kolasinac saat Arsenal mengalahkan Chelsea di Community Shield lalu membuat fans kian berharap. Fakta bahwa ia digaet secara cumacuma turut membuatnya bisa jadi rekrutan yang bernilai luar biasa untuk Gudang Peluru.

Ekspektasi

Setelah Arsenal lama tak juara liga, ada ekspektasi luar biasa dari para suporternya. Itu pula yang membuat Wenger harus melewati bulanbulan terakhir musim lalu dengan berada di bawah tekanan superbesar.

Wenger bukan cuma berhasil melewati tekanan tersebut, melainkan juga dapat perpanjangan kontrak dan kini akan membimbing timnya menghadapi musim anyar dengan sebuah skema permainan baru.

Menjelang akhir musim lalu, saat tekanan sedang besarbesarnya, Wenger mulai mengadopsi skema tiga bek. Hasilnya, Arsenal memenangi sembilan dari 10 laga terakhirnya saat itu. Skema serupa dipasang saat mengalahkan Chelsea di Community Shield.

Ekspektasi dapat bertambah besar mengingat Alexis Sanchez dan Mesut Oezil sejauh ini masih bertahan. Keduanya sudah menjadi andalan Arsenal dan bisa tambah krusial di musim baru guna menyokong Lacazette sebagai tumpuan lini depan.

Jika nantinya Granit Xhaka juga bisa tampil lebih stabil, guna memberikan rasa aman di lini tengah, dan Dewi Fortuna berbaik hati dalam urusan cedera pemain, bukan tak mungkin Arsenal kali ini benarbenar bisa jadi penantang serius Premier League.