Pada Lacazette Arsenal Berharap

Alexandre Lacazette datang ke Premier League dengan statistik gemilang di Lyon. Dibeli mahal, bisakah dia mengantar Arsenal bangkit dan bersaing jadi juara?

Arsenal menebus Lacazette sebesar 47,8 juta pound sterling atau setara Rp 830 miliar. Harganya lebih mahal ketimbang Mesut Oezil saat didatangkan dari Real Madrid sebesar 42 juta pound sterling (sekitar Rp 736 miliar) pada 2013 lalu.

Lacazette punya produktivitas yang oke Ligue 1 musim lalu. Ia mencetak 28 gol, cuma kalah dari penyerang Paris SaintGermain Edinson Cavani (35). Di semua kompetisi dia menghasilkan 37 gol dari 45 penampilan.

Jika ditotal selama berseragam Lyon, Lacazette membuat 129 gol dalam 275 pertandingan. Lacazette menjadi pemain Lyon pertama sejak 1969 yang berhasil melesakkan lebih dari 25 gol dalam semusim. Konversi tembakannya jadi yang paling tinggi di Eropa musim lalu di antara pemain yang melesakkan 20 gol lebih.

Dengan statistik seperti itu, Lacazette diharapkan bisa menjadi tumpuan baru The Gunners dalam membombardir gawang lawan. Musim lalu, cuma Alexis Sanchez yang mencetak lebih dari 20 gol untuk Arsenal, dengan 24 kali menjebol gawang lawan. Oliver Giroud bikin 12 gol, disusul Theo Walcott (10), Alex Iwobi (3), Danny Welbeck (2), dan Lucaz Perez (1).

Harapan Lacazette bersinar cukup terbantu dengan fakta banyak pemain Prancis cukup sukses di Arsenal. Sebut saja Thierry Henry, Patrick Vieira, dan Robert Pires adalah penggawa Les Bleus terbaik The Gunners.

Kendala Lacazette tentu soal adaptasi di Premier League. Banyak striker pendatang baru bukannya klop, justru flop (buruk). Bahkan setelah ditebus dengan harga mahal.

Wenger tak menyangkal kalau adaptasi akan jadi persoalan penting buat Lacazette di Inggris. Terlepas dari produktivitasnya yang sangat tinggi bersama Lyon, Premier League menghadirkan tantangan yang berbeda buat siapa saja.

“Kadang itu (adaptasi) membutuhkan beberapa bulan, kadang membutuhkan waktu yang sangat singkat. Satusatunya hal yang saya bisa katakan terkait Lacazette adalah dari minggu ke minggu dia beradaptasi dengan cepat. Tapi secara keseluruhan saya pikir dia akan butuh waktu satu sampai dua bulan,” ucap Arsene Wenger beberapa waktu lalu.

Lacazette akan sangat diharapkan Arsenal untuk bisa mengangkat mereka kembali ke persaingan juara. The Gunners hanya bisa finis di posisi lima musim lalu dan terpaksa meninggalkan Liga Champions.

Arsenal melesakkan 77 gol di sepanjang Premier League 2016/2017, kalah dari Chelsea (85), Tottenham Hotspur (86), Manchester City (80), dan Liverpool (78) yang berada di atasnya pada posisi akhir klasemen. Sejak 2009/2010, Arsenal sebenarnya tak pernah membuat gol lebih banyak dari 77. Namun mereka selalu bisa finis dengan posisi lebih baik.

Dari pertandinganpergandingan pramusim, Lacazette sudah mencetak dua gol dari enam penampilan. Dia juga sudah mendapat dukungan dari Thierry Henry, yang memprediksikan kesuksesan di Premier League.