Menyambut Kembalinya Benitez dan Newcastle

Rafael Benitez punya reputasi mentereng sebagai manajer, pun begitu Newcastle United. Kombinasi keduanya sebagai tim promosi bisakah menghadirkan potensi kejutan?

Meski baru datang dari Divisi Championship, Benitez sejatinya bisa disandingkan dengan manajermanajer top yang sudah lebih dulu ada di Premier League semisal Antonio Conte, Jose Mourinho, Arsene Wenger, Josep Guardiola, atau Mauricio Pochettino.

Benitez sudah melatih timtim terbaik Eropa, dari Spanyol, Italia, sampai Inggris. Dia menjuarai La Liga saat membesut Valencia, meraih trofi Liga Champions bersama Liverpool, merebut trofi Piala Dunia Antarklub ketika jadi pelatih Inter Milan, menjadikan Chelsea juara Liga Europa, plus memberi Napoli dua trofi domestik. CVnya cukup panjang dan mentereng.

Untuk Newcastle, mereka bisa dimasukkan sebagai tim bagus di Inggris. Meski belum pernah menjuarai Premier League, The Magpies pernah empat kali menjuarai Liga Inggris, punya enam Piala FA, serta masingmasing satu Piala Winners dan Intertoto.

Dibanding dua tim promosi lainnya, Newcastle dianggap punya peluang lebih besar untuk bertahan di Premier League. Tapi Benitez memilih bersikap realistis.

“Nama manajer tidaklah penting, ini soal tim. Jika anda punya bahan, anda bisa bersaing. Ketika anda punya tim yang sangat kuat, tak penting kalau manajernya tidak bagus, sebab anda akan tetap bisa menang,” Benitez melanjutkan. Realitanya adalah manajer terbaik di Premier League ada di sini dan telah menghabiskan uang untuk mendatangkan pemain top, jadi mereka punya skuat yang lebih baik,” ucap Benitez

“Sepakbola spesial karena dalam sekali pertandingan apapun bisa terjadi. Tapi secara keseluruhan sepanjang musim, tim terkuat yang akan berada di puncak klasemen. Kami senang karena bisa kembali ke Premier League, tapi kami cuma bisa dituntut bagus dengan meningkatkan kualitas skuat,” Benitez menegaskan.

Malang buat Benitez. Sejauh ini Newcastle tak banyak bertransaksi di bursa transfer. Newcastle cuma mendatangkan sedikit pemain yakni Christian Atsu, Florian Lejune, Jacob Murphy dan Javier Manquilo.

Jangan pikirkan dulu duel dengan raksasa macam Manchester City, Manchester United dan Chelsea. Dengan komposisi skuat yang seadanya Newcastle bisa kesulitan bahkan untuk sekadar masuk 10 besar.

Apalagi Benitez punya pengalaman buruk bersama tim promosi. Sekitar 20 tahun silam, ia membawa Extremadura promosi ke La Liga. Tepatnya pada musim 1997/1998. Namun cuma semusim di level teratas, Extremadura kembali turun divisi lantaran kalah di playoff degradasi.

“Terakhir kali seperti ini terjadi di Extremadura, jadi itu sudah sangat lama,” Benitez bercerita seperti dilansir Mirror.

“Setelah kami promosi, saya senang di sana jadi saya bertahan di klub. Saya bilang kita harus mengerahkan yang terbaik. Saya punya pemikiran yang sama sekarang bersama Newcastle,” manajer asal Spanyol itu menambahkan.

Benitez ditunjuk menjadi pelatih Newcastle sejak Maret 2016. Ketika itu ia diminta menyelamatkan klub dari jurang degradasi lantaran hasil minor pelatih sebelumnya, Steve McLaren.

Pada akhirnya Newcastle tetap terdegradasi. Cuma semusim di Divisi Championship, Newcastle kembali ke Premier League dengan status juara.