Pochettino Sadar Tuntutan di Spurs Sekarang Lebih Tinggi

Mauricio Pochettino menyadari bahwa Tottenham Hotspur tak lagi dituntut hanya sekadar meramaikan papan atas Premier League. Pochettino sadar Spurs butuh trofi.

Selama bertahuntahun, empat besar atau lolos ke Liga Champions jadi target utama Spurs. Namun, sejak ditangani Pochettino mulai 2014, Spurs mulai menunjukkan grafik meningkat.

Dalam dua musim terakhir, Spurs mampu bersaing di papan atas, bahkan ikut memperebutkan gelar juara Premier League. Usai finis ketiga dua musim lalu, The Lilywhites kemudian mengakhiri musim di posisi kedua.

Meski demikian, Spurs belum juga mampu mengakhiri puasa gelarnya di semua kompetisi. Sejak menjuarai Piala Liga Inggris pada 2007/2008, Spurs belum lagi mengangkat trofi.

Menilik tren Spurs belakangan ini dan skuat yang dimiliki, Pochettino sadar bahwa timnya butuh meraih gelar juara.

“Benar, saat ini (saya dengar) kami harus meraih trofi, bukan? Itu bagus, tekanannya,” ujar Pochettino seperti dilansir Guardian.

“Saya pikir sekarang penting untuk memahami bahwa kami harus pintar mengelola ekspektasi dan bagaimana kami harus memberikan tekanan ke pemainpemain kami sendiri.”

Demi menjaga daya saing, menurut Pochettino, Spurs disebutnya harus belanja. Meski mengakui tak akan mampu menyaingi belanja besar timtim rival, Pochettino menilai kedatangan pemain baru diperlukan untuk menjaga motivasi pilarpilar Spurs. Sejauh ini, Spurs belum merekrut pemain baru sama sekali.
“Bagaimana Manchester City, Liverpool, Chelsea, dan klubklub lainnya mencoba untuk meningkatkan performanya? Dengan mendatangkan pemain baru dan mencoba memberi tekanan lebih kepada pemainpemain bintangnya, pemainpemain kuncinya, dan kami juga perlu melakukan itu,” ucap Pochettino.

“Kami paham bahwa Dele Alli, Harry Kane, Christian Eriksen, (Eric) Dier, (Toby) Alderweireld adalah pemainpemain yang sangat bagus. Mereka ingin juara tapi harus merasakan sedikit tekanan untuk meningkat setiap musim,” lanjutnya.

“Jika tidak ada kompetisi di belakang, maka wajar jika motivasi menurun, wajar jika segalanya yang Anda lakukan menurun. Dan kemudian sulit untuk menang.”