Penelitian: Gaji Lionel Messi Terlalu Besar

Dalam beberapa tahun terakhir, klub-klub Eropa menghabiskan dana besar untuk menggaji para pemain mereka. Dan ada fakta mengejutkan dari tren ini.

Seperti dilansir Marca, Kamis 3 Agustus 2017, ahli sains komputer di Lawrence Technological University, Amerika Serikat, melakukan penelitian terkait gaji pemain.

Para ahli sains ini menyelidiki melalui algoritma, apakah upah para pemain sesuai dengan kemampuan sepakbola mereka. Ada 6.082 pesepakbola profesional yang diteliti.

Riset dilakukan terkait 55 karakteristik yang mewakili keterampilan spesifik. Seperti akurasi agresi, visi dan kemampuan seperti kecepatan dan kontrol bola pemain.

Hasilnya, bintang Barcelona, Lionel Messi, dinilai sebagai pemain yang digaji terlalu besar. Dari hasil penelitian, Messi seharusnya dibayar setengah dari gajinya sekarang.

Seperti diketahui, Messi pada Juli 2017 lalu menekan kontrak baru. Dan di kontrak barunya itu, dia mendapat gaji £500 ribu per pekan (Rp8,81 miliar).

Selain Messi, ada juga beberapa pemain yang dianggap gajinya terlalu besar, yakni Angel Di Maria, Robin van Persie, Ivan Rakitic dan Nicolas Otamendi.

Sementara itu, dari hasil peneltian ini, ada juga sejumlah pemain yang dianggap digaji tidak layak dibandingkan kualitas yang mereka miliki, seperti Harry Kane.

Meski demikian, dua ahli komputer, Lara Yaldo dan Lior Shamir, mengatakan, riset ini hanya fokus di kualitas teknik, dan tidak termasuk nilai pemain dari sisi image right.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *