Yang Bikin Bursa Transfer Makin Gila Menurut Mourinho

Manchester Membayar mahal untuk pemain kelas top atau level dunia itu wajarwajar saja. Tapi kini banyak klub yang tak raguragu membayar mahal pemain di luar kategori itu.

Mourinho merasa bursa transfer semakin ke sini semakin aneh dan tak terkontrol, khususnya di Inggris. Hal ini membuat perekrutan pemain pun semakin sulit.

Manchester United sejauh ini baru dapat dua pemain, yakni Victor Lindelof dan Romelu Lukaku. Lindelof ditebus dengan harga hingga 31 juta pound sterling, sementara Lukaku menguras rekening Setan Merah hingga 75 juta pound sterling belum termasuk bonusbonus.

MU sendiri dalam dua musim panas terakhir sudah mencatatkan transfertransfer besar. Jika musim ini Lukaku jadi pembelian termahal, setidaknya sejauh ini, maka musim panas lalu ada Paul Pogba yang memecahkan rekor transfer kala diboyong dengan uang sebanyak 89,3 juta pound sterling.

Tapi menurut Mourinho, bukan transfertransfer semacam ini yang merusak pasar. Sebab selain Pogba dan Lukaku, selalu ada transfertransfer yang melibatkan nama top seperti Gareth Bale, Cristiano Ronaldo, Gonzalo Higuain, atau Neymar dalam beberapa musim terakhir yang sudah sepantasnya dihargai tinggi.

Yang menjadi persoalan untuk pria 54 tahun itu adalah transfertransfer yang melibatkan pemainpemain yang masih berada di level lain, namun harganya tak terkontrol. Semakin meratanya kemampuan finansial klubklub Inggris turut berperan memicu kenaikan harga

“Saya selalu berpikir problemnya bukanlah apa yang Anda bayarkan untuk para pemain top ini. Saya tak merasa problemnya adalah apa yang Anda bayarkan untuk Pogba, saya tak merasa problemnya bakalan soal membayar dengan gila untuk Neymar,” ujar Mourinho kepada BBC, sebagaimana dikutip Sky Sports.

“Saya rasa problemnya adalah dengan grup pemain lain yang mana merupakan grup besar. Karena untuk pemain seperti Pogba, ada satu atau dua transfer semacam itu per jendela transfer. Nah yang lainnya adalah area di mana Anda menghadapi 100 transfer dan bagi saya itu adalah area yang berbahaya dari pasar transfer.”

“Beberapa klub menebus pemain atau tidak membeli karena mereka tak menerima angkaangka yang sekarang menguasai pasar. Atau untuk melakukannya, mereka harus berada di level yang sama dan bagi saya itu membuat saya sedikit khawatir, karena sekarang kita bicara soal 30, 40, 50 juta pound sterling dengan entengnya,” tandasnya.