Prioritaskan Pemain Akademi, Spurs Sangat Hati-Hati di Bursa Transfer

Tottenham Hotspur belum juga mendatangkan pemain baru di bursa transfer musim panas ini. The Lilywhites memilih untuk berhatihati dan berusaha memprioritaskan pemainpemain dari akademi mereka.

Aktivitas transfer yang sudah dilakukan oleh Spurs justru berupa penjualan pemain. Mereka mendapatkan 50 juta pound sterling dari hasil penjualan Kyle Walker ke Manchester City. Selain itu, mereka juga menjual Federico Fazio ke AS Roma dan Clinton NJie ke Marseille.

Sementara dalam hal mendatangkan pemain baru, Spurs masih pasif. Mereka tetap adem ayem ketika klubklub rival berlombalomba menggelontorkan banyak uang untuk belanja pemain.

Chairman Spurs, Daniel Levy, membela kebijakan transfer klubnya. Menurut Levy, klubnya tak berada dalam situasi terdesak untuk membeli pemain.

Levy juga gembira karena Mauricio Pochettino bukan tipikal manajer yang boros di bursa transfer dan lebih menyukai pemainpemain binaan sendiri. Selain itu, dia membantah anggapan Spurs berhemat karena tengah membangun stadion baru.

“Terlepas dari proyek stadion, posisi kami hari ini pada transfer adalah kami memiliki seorang pelatih yang sangat yakin kepada akademi,” ujar Levy yang dikutip Sky Sports.

“Kecuali kami bisa menemukan seorang pemain yang akan membuat perbedaan, dia lebih memilih memberi kesempatan kepada salah satu pemain akademi kami. Jadi, itu tak ada kaitannya dengan membiayai stadion.

“Pada saat yang bersamaan, akademi penting karena kami bisa menghasilkan pemainpemain kami sendiri. Kami tak harus menghabiskan 20 juta, 30 juta, 40 juta untuk seorang pemain, dan tentu saja pemainpemain binaan sendiri memiliki keterikatan dengan klub, sesuatu yang tak dimiliki oleh seorang pemain yang kami beli.

“Itulah yang ingin dilihat oleh fans. Mereka menginginkan gairah itu. Itulah yang Anda dapatkan dengan seorang pemain binaan sendiri dan itulah kenapa orangorang mencintai Harry Kane dan bernyanyi bahwa dia adalah salah satu dari kami sendiri.

“Tentu saja ketika Anda membangun stadion sebesar ini dalam konteks di Inggris, semuanya harus dibiayai sendiri. Tak ada bantuan apapun dari negara.

“Itu adalah sebuah tantangan dan kami harus menemukan keseimbangan yang pas, tapi saat ini hal itu tak memengaruhi kami dalam aktivitas transfer karena kami belum sampai ke posisi di mana kami telah menemukan seorang pemain yang ingin kami beli tapi tak mampu kami beli,” kata Levy.