Javier Mascherano Akui PSG Harusnya Dapat Penalti Lawan Barcelona

Sang gelandang internasional Argentina menyebut, aksinya menghadang Angel Di Maria memang pelanggaran. Andai wasit punya keputusan lain atas tindakan Mascherano itu, bisa jadi PSG yang lolos ke perempat final Liga Champion, dan Barca takkan mungkin melakukan comeback dengan kemenangan 6-1.
Banyak detail kecil yang bisa mengubah jalannya pertandingan. Misalnya, aksi Neymar yang dalam tujuh menit terakhir laga Barca vs PSG menciptakan dua gol dan satu assist. Berkat hal tersebut, Barcelona yang awalnya muram karena skor 3-1 (agregat 3-5) berpesta untuk menutup pertandingan dalam skor 6-1 (agregat 6-5). Namun ada detail lain yang tidak kalah vital.
Hal itu terjadi pada menit 85, sebelum menit-menit keajaiban Barca. Kala itu PSG melakukan serangan dan Angel Di Maria tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Marc Andre Ter Stegen. Mascherano yang datang dari belakang, melakukan kontak penting yang membuat Di Maria kehilangan momentum. Berkat hal ini, Ter Stegen sukses menyelamatkan gawang dari gol kedua PSG.

Andai saat itu Mascherano tidak melakukan intervensi, dan terjadi gol, maka PSG akan mencetak skor 3-2. Artinya, Barcelona butuh empat gol, dan situasi bakal sangat berbeda. Namun wasit tidak menunjuk titik putih atas aksi Mascherano. Cuma, belakangan, pria yang di Barcelona lebih sering diplot sebagai bek tengah ini, mengakui, aksinya kepada Di Maria normalnya tergolong pelanggaran.
Katanya dikutip dari AS, Saya membuat kontak fisik dengan Di Maria. Tentu saja (normalnya) hal ini pelanggaran. Saya tidak akan berbohong soal hal ini.
Barcelona sendiri mendapatkan sorotan karena dari enam gol yang tercipta ke gawang PSG, dua di antaranya adalah tendangan penalti yang terjadi karena pelanggaran ringan terhadap Neymar dan Luis Suarez.

sports-kompas.com keluaran togel hongkong Sumber: Sidomi